Kebayang gak sih ada
kelas menulis online gratis? Online-nya sih kebayang. Zaman serba digital gitu lho. Jarak bukan lagi sebuah halangan. Tapi zaman sekarang ada yang gratisan? Wow, bisa dihitung pakai angan-angan.
Beruntung sekali saya
dipertemukan dengan komunitas IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis) di facebook. Dari sana saya
masuk ke kelas SNJM (Sekali Nulis Jebol Media). Dan dari teman-teman keren
inilah, saya dapat info tentang KMO.
Yang bikin saya heran,
kelas ini kok gratis ya? Saya sempat baca iklannya berkali-kali. Masa iya ada tujuh
pertemuan, gratis? Tapi mata saya gak salah baca. Beneran ini kelas gratis! Oklik
deh, gak pake lama, waktu itu saya langsung mendaftar.
Mungkin Teman-teman ada yang bertanya, “KMO itu apaan sih?”
KMO Indonesia adalah Komunitas Menulis Online Indonesia yang didirikan oleh Coach Tendi Murti. Beliau dibantu oleh beberapa staf seperti Teh Rina Maruti Widiasari di Divisi Akademi, Teh Ernawati Lilys di Divisi Media, Kang Ade Kurniawan di Divisi Bisnis dan Teh Shabira Ika di divisi Publising. Desember 2016 kemarin adalah angkatan yang ke delapan. Kalau dijumlah, alumninya mungkin sudah 1000-an. Teman-teman bisa mampir ke www.sarapankata.com bila ingin membaca karya-karya alumni KMO Indonesia.
Diadakan di
grup WhatsApp, kami menimba ilmu tiap Selasa dan Sabtu, pkl. 20.00 - 21.30 WIB . Jadi, bagi peserta yang kuliah atau bekerja pagi harinya tetap bisa mengikuti kelas.
Asyik, kan?
Jangan salah, walaupun
peserta tidak dipungut biaya, peserta harus tunduk dengan
peraturan yang ada. Salah satunya peserta hanya memiliki tiga ‘nyawa’. Bagi yang melanggar
peraturan, misalnya tidak mengisi absensi atau tidak mengumpulkan tugas, 'nyawa'nya akan berkurang. Jika nyawa tersebut habis, peserta akan dikeluarkan dari kelas. Jadi, kelas ini gak main-main.
Angkatan 8 kemarin, KMO Indonesia menggandeng 400-an peserta. Peserta dipisah menjadi dua grup WhatsApp, A dan B. Saya masuk di grup A. Kalau gak salah, pertemuan pertama grup A berisi 215 peserta. Nah, di pertemuan ketujuh, tersisa berapa, coba? 66 peserta! Hohoho… Ada yang dikeluarkan karena ‘nyawa’nya habis. Ada juga yang leave grup alias peserta mengundurkan dirinya sendiri.
Angkatan 8 kemarin, KMO Indonesia menggandeng 400-an peserta. Peserta dipisah menjadi dua grup WhatsApp, A dan B. Saya masuk di grup A. Kalau gak salah, pertemuan pertama grup A berisi 215 peserta. Nah, di pertemuan ketujuh, tersisa berapa, coba? 66 peserta! Hohoho… Ada yang dikeluarkan karena ‘nyawa’nya habis. Ada juga yang leave grup alias peserta mengundurkan dirinya sendiri.
Oya, sebenarnya saya
sempat khawatir. Dengan jumlah peserta yang banyak dan diadakan di grup WhatsApp, apa iya kelas bisa efektif? Sebelumnya, saya pernah juga mengikuti kelas serupa. Padahal hanya 20-an orang, tapi suasana riuh di kelas kurang bisa
terkontrol. Bagaimana dengan kelas ini ya?
Pertanyaan saya
terjawab ketika kami dipecah lagi menjadi grup-grup kecil yang dibimbing oleh seorang PJ (Penanggung Jawab) dari tim KMO Indonesia. Di grup inilah kami mengisi absensi, mengumpulkan tugas, bincang-bincang seputar dunia menulis dan lain-lain. Dengan kata lain, di grup kecil ini lebih bebas sehingga keakraban antar peserta pun bisa terjalin.
Sedangkan grup besar berfungsi
sebagai ruang pertemuan peserta dengan nara sumber. Ketika pemateri sedang
bicara, peserta dilarang berkomentar. Biasanya pemateri akan memberi waktu pada peserta untuk bicara atau
menjawab pertanyaan yang diberikan. Jadi kelasnya juga hidup, gak berjalan satu arah saja. Bila waktu bicara
peserta telah habis, makcep, suasana kelas kembali sunyi lantaran
semuanya menyimak kembali materi yang dilanjutkan.
Saya bersyukur bisa
mengikuti kelas menulis online dari KMO Indonesia. Saya mendapat banyak teman dan ilmu baru dari kelas ini. Hormat yang tulus serta terima kasih tak terkira, saya haturkan kepada tim KMO Indonesia. Semoga tenaga, waktu dan pikiran yang telah dicurahkan akan berbuah barokah. Dan semoga jariyah ilmu tim KMO Indonesia akan memperberat timbangan amal kebaikan di Masa
Perhitungan kelak. Aamiin…
Sukses selalu KMO Indonesia!
Sukses selalu KMO Indonesia!
[Bersambung ke “Kelas
Online Paling Berkesan -- Pertemuan Pertama KMO”]






