Jumat, 27 Januari 2017

Apa itu Sibling Rivalry?

          Ada yang hobi tantrum kah di rumah?  Atau anak-anak pernah mengalami pertengkaran hebat? Bahkan ada yang berdusta untuk memfitnah saudaranya? Wah, jangan sepelekan hal ini ya, Bu! Bisa jadi ini adalah sibling rivalry.





         

          Menurut Dr. Sawitri, sibling rivalry adalah persaingan antara dua saudara dalam memperebutkan kasih sayang dan perhatian orang tuanya.
          Sibling rivalry bukanlah perkara baru. Hal ini juga pernah terjadi pada putra-putra nabi.Ingat kah Anda kisah Habil dan Qobil putra Nabi Adam? Ketika keduanya berqurban, dikabarkan bahwa qurban yang diterima hanya lah milik Habil. Hati Qobil yang sempit tak punya ruang untuk introspeksi diri. Hatinya terlanjur penuh dengan rasa dengki. Akhirnya, Qobil membunuh Habil.
          Ada juga kisah kesebelas saudara Nabi Yusuf. Lantaran sang ayah menganak-emaskan Yusuf kecil, saudara-saudara yusuf bersekongkol membuat makar. Mereka sengaja mencelakakan Yusuf karena kedengkian telah menguasai mereka.
          Subhanallah, sampai segitunya ya…. Kecemburuan antar saudara bisa mencelakakan bahkan membunuh saudara sendiri. Dua kisah di atas tentu bukanlah kisah yang patut diteladani. Allah subhanahu wata’ala menghadirkan cerita tersebut dalam firman-Nya, tentu agar kita bisa mengambil hikmah di dalamnya.
            “Ceriterakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya.” (Al-Maidah: 27)
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat.” (Yusuf: 111)
          Begitu pula banyak contoh nyata yang terjadi di sekeliling kita. Kecemburuan itu berbuah pertengkaran yang menyakiti, baik fisik maupun verbal. Pertengkaran itu bahkan berlangsung hingga mereka dewasa dan tua.
          Banyaknya kisah seperti di atas seharusnya membuka mata kita sebagai orang tua. Jangan lah terlalu sibuk dengan pekerjaan yang kita anggap penting. Hingga kita tidak menyadari bahwa di antara anak-anak kita telah terjadi gesekan-gesekan kecil maupun besar. Salah satunya adalah rasa iri atau cemburu.
          Karena, rasa cemburu yang tidak diatasi dengan baik bisa berakibat buruk bagi perangai anak. Anak akan merasa tidak memiliki apa-apa yang membuat orang tuanya bangga. Lagi-lagi, orang memuji fisik atau kemahiran saudaranya dan membandingkan dengan dirinya yang biasa-biasa saja. Perlahan ia akan kehilangan rasa percaya dirinya. Ia ‘kan sedih, sebal dan tak jarang mengutuk dalam hati, “Kenapa sih aku ga mahir apa-apa, sedangkan saudaraku bisa ini-itu. Aku kan juga anak ibu dan ayah!” 
          Hancurlah hati anak. Ia merasa tidak punya kebaikan sama sekali. Ia merasa semua orang jahat. Semua orang bersepakat untuk memusuhi dirinya. Hari-harinya mungkin tidak tenang kecuali bila ia berpisah dengan saudaranya. Atau ia akan merasa puas bila saudaranya terlihat buruk di mata banyak orang. Maka terjadilah sesuatu yang tidak kita harapkan, na’udzubillah.
          Buku Serunya Dunia Anak Usia Dini karya tim admin grup Preschool Online, halaman 35 mengatakan, “Sibling rivalry  banyak terjadi pada anak-anak yang berjarak usia sangat dekat (1 atau 2 tahun), sama beradu pada pertengahan masa anak (8-12 tahun) dan berjenis kelamin sama. Akibatnya, jika tidak tertangani bisa berdampak sampai dewasa, bahkan sampai tua.”
          Lebih lanjut lagi buku tersebut menjelaskan bahwa, “Sibling rivalry  bukanlah kesalahan anak tertua maupun anak-anak dalam keluarga, juga bukan merupakan kesalahan orang tua. Akar permasalahannya adalah kurangnya waktu dan perhatian, akibat kondisi umum yang dimiliki oleh suatu keluarga.”
          Lalu, apa ya yang membuat anak merasa harus bersaing dengan saudaranya sendiri? Dan bagaimana cara mengatasi persaingan ini menjadi hal yang positif?

[rewrite from my writing in http://www.sarapankata.com/penyebab-sibling-rivalry]

Baca selanjutnya: Penyebab Sibling Rivalry

Tidak ada komentar:

Posting Komentar