Senin, 20 November 2017

Ndoro Donker: Menyeruput Teh Hangat di Kaki Gunung Lawu

Bila kamu penggemar minuman teh, Ndoro Dongker, Karanganyar bisa dijadikan pilihan wisata kuliner kamu dan keluarga. Suasana yang sejuk dan asri membuat pengunjung betah berlama-lama di sana. Memilih meja in door maupun out door, sama nyamannya. Bayangkan: di cuaca yang dingin, kamu menggenggam sebuah cangkir kecil, menyeruput teh hangat sambil memandangi ‘permadani’ hijau kebun teh. Suatu pengalaman yang menenangkan!


View kebun teh dari atas

Begitu masuk, kamu akan disambut oleh suasana ruangan dominan putih. Ada banyak lemari hias dan rak gantung yang diisi dengan koleksi botol jadul dan bunga imitasi cantik. Perpaduan antara hijaunya tanaman out door dan meja-kursi yang sengaja dicat serba putih menambah kesan bersih, luas dan elegan. 




Sambil menunggu pesanan datang, kamu bisa berlagak jadi petani yang sedang memetiki pucuk daun teh di kebun. Seperti tempat wisata kekinian lainnya, beberapa spot di House of Tea ini sangat menarik dijadikan objek foto. Beberapa kali saya melihat pengunjung berselfie ria atau meminta pramusaji di sana untuk mengambil gambar mereka.


View kebun teh dari samping

 Sebagai penikmat kopi, saya dibuat bingung untuk memilih teh yang ditawarkan pada album menu. Ada super premium white tea, kemuning green tea, donker black tea, mint tea, passion fruit tea, camomile tea, forest tea dan masih banyak lagi. 

             Akhirnya suami memilih dua teko white dan green tea. Rasa tehnya ringan seperti warnanya yang tidak pekat. Tidak ada aroma melati yang biasa jadi campuran pada teh bungkus di warung (Haha, biasa minum teh gop*k). Ada sedikit rasa langu tapi justru di situlah letak keaslian rasa daun teh: pucuk daun yang diiris tipis-dikeringkan-diseduh air panas. 



Super premium white and green tea Rp.40.000/teko.
Bila porsi teko terlalu banyak, kamu bisa memesan porsi cangkir dengan harga Rp.10.000 – Rp.12.000.


Selain teh, kamu juga bisa menikmati makanan ringan seperti singkong keju, pisang bakar, ubi donker, bitterballen dan lain-lain. Bagi kamu yang ingin makan besar, ada beberapa pilihan nasi goreng, aneka olahan ayam, iga sapi, soto, kare, dan lain-lain.

Sebelum pulang, kamu bisa berkunjung ke show room yang menjual sovenir dan aneka teh dengan merk dagang “Ndoro Donker” dan gambar seorang berkebangsaan Belanda berkumis tebal sebagai ikonnya.


Sample jenis teh

Melihat segala kenyamanan di atas, terus terang saya juga membayangkan suasana rest room yang nyaman, putih dan bersih. Ternyata, hmmm.... Dengan interior dan exterior yang begitu royal di area makan, menurut saya area kamar kecil di sana termasuk dianaktirikan. Contohnya, dua kamar mandi harus berbagi satu lampu yang terletak di atas dinding keduanya. Bisa dibayangkan bagaimana redupnya kamar kecil itu padahal di siang hari. Alhamdulillah, walau kecil, masih tersedia mushola.

            Setelah menikmati santapan, tak lupa kami #TumpukDiTengah piring-piring yang telah kami gunakan. Gelas dan sendok juga kami kelompokkan. Sekalian sisa makanan seperti tulang, duri dan tisu bekas kami masukkan ke dalam kresek. Pekerjaan ringan ini tentu akan memberi dampak yang baik bagi pramusaji di sana. Semoga dengan meringankan pekerjaan orang lain, urusan kita akan Allah mudahkan. Aamiin.




Berikut suasana Rumah Teh Ndoro Dongker, 
Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Desa Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Jumat, 17 November 2017


Tidak ada komentar:

Posting Komentar