“Satu juta tujuh ratus. Untuk Pak Drajat, satu juta aja deeeh …”
Begitulah kiranya jawaban teman bapak saya ketika ditanya perihal biaya pembuatan paspor. Katanya semua biar dia yang urus, bapak saya tinggal santai saja, hehe ...
Apa iya membuat paspor itu ribet dengan biaya hingga jutaan rupiah?
***
Membuat paspor zaman sekarang sudah sangat
mudah. Asalkan semua dokumen lengkap dan benar, insya Allah kita tidak akan
bolak-balik mengurusnya.
Pengalaman saya saat membuat paspor dulu
bukan untuk umroh melainkan berencana ke Timor Leste. Ketika ingin berangkat
umroh, saya hanya mengurus penambahan nama orang tua agar nama saya menjadi
tiga suku kata.
Persyaratan Dokumen
Dokumen yang dibutuhkan hanya tiga, yaitu:
1. KTP (Kartu Tanda Penduduk)
2. KK (Kartu Keluarga)
3. Akta Kelahiran/Ijazah/Buku Nikah (pilih salah satu)
Dengan catatan:
- Pastikan nama kita di semua dokumen tersebut sama.
- Bawalah dokumen yang asli dan fotocopiannya di kertas A4.
- Jangan lupa bawa materai Rp.6.000 untuk mengisi surat pernyataan
(bahwa semua dokumen yang kita lampirkan dan tujuan kita ke luar negri adalah
benar adanya).
Dokumen tambahan bagi calon jamaah umroh
Mulai Februari 2018, bila ingin berangkat
umroh, pengajuan pembuatan paspor kita harus disertai:
1. Surat rekomendasi dari Kemenag kota/kabupaten.
2. Surat keterangan penjaminan bermaterai dari penyelanggara perjalanan umroh
Khusus beberapa orang, tidak perlu membuat
dua surat tersebut seperti yang tercantum pada surat edar berikut.
![]() |
| sumber foto di sini |
“2. Memerintahkan kepala kantor imigrasi untuk tidak menysaratkan
surat rekomendasi dari Kantor Kementrian Agama Kabupaten/kota dan surat
keterangan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji/Umroh terhadap pemohon
paspor yang akan menunaikan ibadah haji/umroh yang termasuk dalam kategori
berikut:
a. pejabat negara
b. anggota TNI/Polri, pegawai negri sipil
c. tokoh masyarakat
d. orang tua (di atas usia 50 tahun)
e. anak (di bawah usia 12 tahun)”
Proses Pembuatan Paspor
Saya tiba di Kantor Imigrasi, Jl. Panglima Sudirman, RT.011/RW.04, Kaligunting,
Madiun, Jawa Timur 63153 pukul sembilan pagi. Di sana,
1. Saya mengambil nomor
antrian;
2. Sembari mengantri,
saya mengisi formulir yang disediakan;
3. Setelah itu, saya
dipanggil petugas untuk pengecekan dokumen dan wawancara;
4. Kemudian saya masuk
ke sebuah ruangan untuk mengantri difoto.
Saya sempat sholat dzuhur dan makan siang
di sela-sela antrian yang puwanjang itu hehe… Teman-teman bisa datang
lebih pagi supaya dapat nomor antrian lebih awal. Di beberapa kota, antrian bisa di-book secara daring melalui aplikasi di smartphone. Setelah difoto pukul 13.20, saya diberi
selembar kertas berisi sejumlah biaya yang harus saya transfer melalui bank
yang ditunjuk.
Biaya Pembuatan Paspor
Bapak saya di Jakarta mengatakan pihak
travel umrohnya menawarkan pembuatan paspor dengan biaya
Rp.1.800.000. Salah satu keponakannya juga pernah membuat paspor dengan
biaya sejuta lebih. Bapak juga bercerita ditawari 'diskon' oleh temannya,
“Untuk Pak Drajat satu juta aja deh…” Wow... hehe...
Alhamdulillah Bapak tidak menerima
'bantuan' para calo tersebut. Saya sarankan beliau untuk mengurus paspor
sendiri karena persyaratannya tidak rumit dan biayanya hanya Rp.355.000.
Pengambilan Paspor
Di Kanim Madiun, paspor bisa langsung
diambil tiga hari setelah kita melakukan pembayaran. Di Kanim Kelapa Gading,
Jakarta Utara, paspor bapak saya jadi dalam tujuh hari. Mungkin karena
permintaan pembuatan paspor di sana lebih banyak.
Untuk mengambil paspor tidak perlu
mengantri karena bisa diambil melalui Drive Thru.
Bagaimana, Teman-teman ... Setelah tahu mudahnya mengurus pembuatan paspor, masih mau minta dibuatkan oleh calo?


Bener to mbk klo bikin paspor di kaligunting ngak dipersulit
BalasHapusAsal dokumen yang kita bawa benar, insya Allah mudah kok, Mbak.
HapusPak bagaimana cara book pembuatan passpor secara online trimakasih
BalasHapus